LHOKSEUMAWE - Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe bersama Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan jajaran staf menghadiri pemaparan analisis hasil uji laboratorium penyakit udang, Selasa (15/9/2026).
Presentasi tersebut disampaikan oleh Analis Akuakultur Ahli Pertama, Aqlia Handayani, S.ST.Pi., staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bidang Perikanan Budidaya, DKPPP Kota Lhokseumawe.

Berdasarkan hasil uji laboratorium menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratorium BKIHT Aceh, sampel udang yang dikirimkan oleh DKPPP terkonfirmasi positif terinfeksi Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND).
Pengujian tersebut dilakukan secara komprehensif terhadap empat jenis penyakit utama yang sering menyerang udang budidaya, yakni White Spot Syndrome Virus (WSSV), AHPND, Infectious Myonecrosis Virus (IMNV), dan Taura Syndrome Virus (TSV). Dari keempat target patogen tersebut, hanya AHPND yang terdeteksi pada sampel.
Pemaparan ini menjadi dasar bagi DKPPP untuk menentukan langkah mitigasi serta penanganan lebih lanjut guna mengantisipasi penyebaran penyakit dan menekan potensi kerugian pembudidaya di wilayah setempat.
(Foto: Bidang Perikanan Budidaya-DKPPP Kota Lhokseumawe)
