Inovasi DKPPP, Digitalisasi Pemantauan Air Tambak melalui SI-PAKAT

LHOKSEUMAWE - Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe melalui Bidang Perikanan Budidaya menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Inovasi Digitalisasi Pemantauan Kualitas Air Tambak Berbasis Aplikasi Sistem Peringatan Kualitas Air Tambak (SI-PAKAT) sebagai Tahapan Kegiatan Aktualisasi Latsar Calon Aparatur Sipil Negara (CPNS), Kamis (17/9/2026)

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah nyata transformasi digital dalam meningkatkan akurasi serta kecepatan pemantauan kondisi air tambak pembudidaya di wilayah Kota Lhokseumawe, yang diinisiasi dan dipimpin langsung oleh Muhammad Hafidh, S.Tr.T, CPNS pada DKPPP Kota Lhokseumawe, jabatan Penata Kelola Kelautan dan Perikanan.

Baca Juga: Mantapkan Program Jajaran DKPPP Ikuti Sosialisasi Aplikasi Sikompas

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala DKPPP Kota Lhokseumawe, Cut Elya Safitri, S.K.H., M.S.M., Kepala Bidang Perikanan Budidaya, Pengawas Perikanan Ahli Muda, serta para petugas lapangan yang bertugas di empat kecamatan se-Kota Lhokseumawe; Banda Sakti, Blang Mangat, Muara Dua, dan Kecamatan Muara Satu.

Dalam pemaparannya, Muhammad Hafidh menjelaskan bahwa inovasi SI-PAKAT dirancang untuk menyederhanakan dan mempercepat proses pelaporan data parameter kimia air dan tanah dari lapangan. Jika sebelumnya pengawasan dan pencatatan kondisi air tambak dilakukan secara manual dan terpisah, kini para petugas dapat menginput data secara real-time langsung melalui smartphone masing-masing.

"Aplikasi SI-PAKAT ini kita kembangkan untuk mempermudah rekan-rekan petugas lapangan saat melakukan pendampingan kepada pembudidaya. Dengan sistem digital ini, data kondisi air yang diinput di lapangan akan langsung terhubung ke dashboard monitoring, sehingga tindakan pencegahan maupun penanganan bisa dilakukan jauh lebih cepat," ujarnya.

Selama kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis, para peserta mendapatkan pemaparan materi serta penyerahan Buku Petunjuk Teknis (Juknis) penginputan data.

Petugas dibekali pemahaman mendalam mengenai cara mengidentifikasi indikasi perubahan kualitas air, menginput angka baku mutu, hingga mengelola laporan keluhan pembudidaya secara terintegrasi.

Pengembangan dan penerapan aplikasi SI-PAKAT di lingkungan DKPPP Kota Lhokseumawe bertujuan untuk mengalihkan sistem pemantauan kualitas air dan tanah tambak dari manual menjadi sistem digital terpadu berbasis cloud.

Selain itu, sistem ini berfungsi sebagai peringatan dini (early warning system) yang menyediakan data tren kualitas air secara real-time untuk mendeteksi potensi penyakit pada udang dan ikan, sekaligus meningkatkan efisiensi serta akurasi pelaporan bagi pimpinan.

Kepala DKPPP Kota Lhokseumawe, Cut Elya Safitri, S.K.H., M.S.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap inovasi yang diusung dalam tahapan aktualisasi ini.

Beliau berharap SI-PAKAT tidak hanya menjadi sekadar proyek pelatihan, tetapi mampu menjadi sarana nyata dalam memperkuat respons pelayanan dinas di lapangan.

"Harapan kami, hadirnya SI-PAKAT ini dapat meminimalisasi risiko gagal panen yang sering dialami oleh para pembudidaya akibat penurunan kualitas air yang terlambat terdeteksi. Semoga sistem ini dapat memperkuat sinergi antara pembudidaya, petugas lapangan, dan dinas dalam mewujudkan tata kelola perikanan budidaya yang berkelanjutan, modern, serta produktif di Kota Lhokseumawe," tutur kadis.

Melalui kegiatan ini, seluruh petugas lapangan menyatakan kesiapannya untuk menerapkan pemahaman yang didapat dari sosialisasi dan bimbingan teknis guna memberikan pelayanan terbaik bagi pembudidaya Kota Lhokseumawe.

Foto: (Bidang Perikanan Budidaya-DKPPP Kota Lhokseumawe)