Lhokseumawe – Upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan terus diperkuat melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pangan Aceh bekerja sama dengan Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe, yang berlangsung di Terminal Lama Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Selasa (21/04/2026). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, SE. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas pangan sebagai fondasi ketahanan daerah. “Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang lebih terjangkau. Kami berharap kegiatan ini mampu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga di tengah dinamika ekonomi saat ini,” ujar Husaini. Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan simbolis kepada masyarakat sebagai tanda dimulainya penyaluran pangan murah di lokasi kegiatan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DKPPP Kota Lhokseumawe, Cut Elya Safitri, SKH., M.S.M, serta Nancy Eka Riany, SE., M.Si, Ak selaku Analis Ketahanan Pangan dari Dinas Pangan Aceh, bersama jajaran terkait lainnya. Kepala DKPPP Kota Lhokseumawe, Cut Elya Safitri, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antar pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat. “Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat Kota Lhokseumawe dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Ini juga menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas pasokan dan menekan laju inflasi daerah,” ungkapnya. Sementara itu, Nancy Eka Riany selaku Analis Ketahanan Pangan dari Dinas Pangan Aceh menegaskan bahwa kegiatan GPM merupakan langkah konkret pemerintah dalam merespons dinamika harga pangan. “Pemerintah terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui program-program seperti Gerakan Pangan Murah. Dengan intervensi langsung di lapangan, diharapkan harga pangan tetap terkendali dan ketersediaannya tetap terjaga,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya gula pasir (2 kg) seharga Rp28.000, telur ayam (1 papan) seharga Rp45.000, beras premium 5 kg seharga Rp50.000, serta minyak goreng Bimoli 2 liter seharga Rp33.000. Sejak pagi, masyarakat terlihat antusias mendatangi lokasi kegiatan. Meski dipadati warga, pelaksanaan tetap berlangsung tertib, lancar, dan tanpa keributan. Gerakan Pangan Murah ini menjadi salah satu langkah strategis dalam pengendalian inflasi daerah, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap aman dan terjangkau. Pemerintah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat ketahanan pangan di Kota Lhokseumawe.


Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lhokseumawe Berlangsung Tertib, Warga Antusias Manfaatkan Harga Terjangkau
