LHOKSEUMAWE - Jajaran Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Pangan (DKPPP) Kota Lhokseumawe melalui Tim Bidang Perikanan Budi Daya melaksanakan pemeriksaan kualitas air dan tanah berdasarkan laporan pembudidaya terkait adanya kasus kematian udang vaname di salah satu tambak warga di Desa Cut Mamplam Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe, Jumat (3/7/2026).
Dapat diinformasikan, setelah menerima laporan pembudidaya tersebut dan berkonsultasi dengan Kepala DKPPP kota Lhokseumawe, tim langsung mengunjungi lokasi untuk melakukan pemeriksaan kualitas air dan tanah tambak, pemeriksaan tersebut bertujuan agar mengetahui penyebab kematian udang vaname.
Parameter yang diperiksa berupa pH tanah, pH air tambak, suhu dan salinitas. Kematian diduga karena faktor lingkungan seperti pH tanah yang terlalu asam dan salinitas air tambak yang terlalu tinggi, yang dibuktikan dari hasil pengukuran pH tanah 6,2 dan salinitas 33 ppt, secara visual tidak terlihat adanya bercak atau kelainan pada tubuh udang yang mati.

Pembudidaya mengungkapkan bahwa tingkat kematian udang vaname terus meningkat dari hari ke hari. Kondisi tersebut memaksa mereka melakukan panen dini guna meminimalkan kerugian dan menyelamatkan hasil budidaya yang masih tersisa.

Tim Bidang Perikanan Budi Daya yang ditugaskan Kepala DKPPP Kota Lhokseumawe pada kegiatan pemeriksaan tersebut yakni, Aqlia Handayani, S.St.Pi (Jabatan: Analis Akuakultur Ahli Pertama), Ulfa Rahmatika, S.Pi (Jabatan: Pengelola Kesehatan Ikan Ahli Pertama), Indra Dwi Mauliddin S.Kom, (Jabatan Pranata Komputer Ahli Pertama) dan Muhammad Isa (Jabatan Teknisi Akuakultur Pemula).
Foto: Bidang Perikanan Budi Daya - DKPPP Kota Lhokseumawe
